feedburner
Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Banner Blog Badar Thaybah

Label:


Al-Istiqomah (puisi versi bahasa arab)

Label:

Al-istiqomah

قَدْ سَلَكْتُ سَبِيْلَ الرَّشَادِ مُدَّةً طَويْلَةْ
Qod salaktu sabilarrosyadi muddatan thowilah
Telah kutempuh jalan petunjuk dalam masa nan panjang
وَقد أَصَابَنِيْ كَثِيْرٌ مِنْ الْبَلْوَى الاَّئِمَةْ
Wa qod ashobani katsirun minal balwa allaimah
Dan telah menimpaku sekian banyak bala’ yang menyakitkan
الَّتِيْ رَمَتْ بِيْ إِلَى حَياَةٍ صَعْبَةٍ و شَديْدَةْ
Allati romat biy ila hayatin sho’batin wa syadidah
yang mencampakkanku pada kehidupan nan sulit dan berat
و شَقَّتِ النَّفْسَ الْمُغَيَّمَةَ وَالْهِمَّةْ
Wa syaqqotinnafsal mughoyyamata walhimmah
Serta meremukkan jiwa yang redup dan segala asa
فَياَ رَبَّناَ...
Fayaa Robbana…
Duhai Rabb kami…
هَلْ هَذَا الصَّبْرُ قاَئِمٌ عَلَى قَتْلِ اْلهَوَى؟
Hal hadzashshobru qoimun ‘ala qotlil hawa?
Akankah kesabaran ini bisa tegak ‘tuk memerangi hawa nafsu?
وَ أَنَا حَشِيْشٌ وَ قَدْ تَغُرُّنِيَ الدُّنْياَ
Wa ana hasyisyun wa qod taghurruniyaddunya
Sementara, diriku amat rapuh dan dunia terkadang menipuku
وَقَدْ يُجِفُّنِيَ اْلأَمَلُ عَلَى رَغْبَةٍ مُتْعِبَةْ
Wa qod yujiffuniyal amalu ‘ala roghbatin mut’ibah
Dan, angan-angan kerap mengeringkanku di atas hasrat yang lelah
فَلاَ أَدْرِيْ... هَلْ مِنْ نُوْرٍ يَهْدِيْنِيْ إلَى اْلاِسْتِقَامَةْ ؟
Falaa adriy…hal min nuurin yahdini ilal istiqomah?
Maka, aku tak pernah tahu…adakah setitik cahaya yang menunjukiku kepada istiqomah?
فَياَ رَبَّناَ...
Fayaa Rabbana…
Duhai Rabb kami…
بِرِيْحٍ صَفِيْرَةٍ أُرْسِلُ اْلقَصْدَ اْلجَلِيْ
Biriihin shofirotin ursilul qoshdal jaliy
Lewat angin yang berdesir kukirimkan keinginan yang tinggi
يَنْفُذُ حَدَّ اْلوَقْتِ وَاْلفَضَاءِ اْلخَفِيْ
Yanfudzu haddal waqti walfadhoil khofiy
Menembus batas waqtu dan ruang yang tersembunyi

أَمْسِكْ يَدَيَّ مِنْ ذُلَّةِ اْلفِتَنِ وَاْلمَعَاصِى
Amsik yadayya min dzullatil fitani walma’ashiy
Genggamlah tanganku dari kerendahan fitnah dan ma’ashi
فَياَ رَبَّناَ...
Fayaa Rabbana…
Duhai Rabb kami…
اِنَّمَااْلجَنَّةُ هِيَ نِعْمَتُكَ اْلعَظِيْمَةْ
Innamal jannatu hiya ni’matukal ‘azhimah
Hanyalah surga itu adalah nikmat-Mu nan agung
لاَ يَبْلُغُهَا إِلاَّ مَنْ هُوَ مُسْتَقِيْمٌ عَلَى الشَّرِيْعَةْ
Laa yablughuha illa man huwa mustaqimun ‘alasysyari’ah
Tidak akan mampu meraihnya kecuali seseorang yang istiqomah di atas syari’at
فَهَلْ مِنْ رَحْمَةٍ مِنْكَ يَارَبِّيْ لِعَبْدِكَ اْلفَقِيرْ
Fahal min rohamatin minka yaa Robbi li’abdikal faqiir
Maka, adakah seuntai rahmat dari-Mu, wahai Rabb-ku, bagi hamba-Mu yang papa
تُأَدِّيْنِيْ إِلَى مَا هُوَ عِنْدَكَ مِنْ خَيْرٍ كَبِيْرْ...
Tu’addini ila maa huwa ‘indaka min khoirin kabiir…
Yang ‘kan mengantarkanku menuju apa yang ada di sisi-Mu dari kebaikan nan berlimpah
فَياَ رَبَّناَ...
Fayaa Rabbana…
Duhai Rabb kami…
لَيْتَنِيْ أَطِيْرُ إِلَىالسَّمَاءِ السَّبْعَةْ
Laitani athiiru ilassamaaissab’ah
Andaikata ku bisa terbang ke langit ketujuh
مَعَ أَجْنِحَتِيْ الضَّعِيْفَةِ وَبَقِِيَّةِ اْلمَحَبَّةْ
Ma’a ajnihatiy addho’ifati wa baqiyyatil mahabbah
Bersama sayap-sayapku yang lemah dan sisa-sisa cinta
أَشْكُوْ إِلَيْكَ عَلَى سَائِرِ سِيْرَتِيْ اْلمُمْتَدَّةْ
Asyku ilaika ‘ala saairi siirotiy almumtaddah
‘Kan kuadukan pada-Mu atas segenap sejarahku nan terbentang
بَيْنَ النََّفَسِ وَالدَّمْعِ وَمَرَارَةِ اْلمِحْنَةْ
Bainannafasi waddam’i wa marorotil mihnah
Di antara nafas, airmata, serta pahitnya cobaan
فَياَ رَبَّناَ...
Fayaa Rabbana…
Duhai Rabb kami…
نَوِّرْنِيْ بِالْهُدَى وَالسَّعَادَةِ وَاْلاِسْتِقَامَةْ
Nawwirni bilhuda wassa’adati wal istiqomah
Sinarilah diriku dengan hidayah, kebahagiaan, dan istiqomah
حَتَّى يَأْتِيَنِيَ اْليقِيْنُ بِلاَ خَسَارَةْ
Hatta ya’tiyaniyal yaqiinu bilaa khosaroh
Hingga kematian menjemputku tanpa ada kerugian
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةْ
Innaka Samii’un Qoriibun Mujiibudda’wah
Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha dekat, dan Maha Mengabulkan segala do’a

Surabaya, Dzulqo’dah 1430H
الكاتب : عمّي أحمد آلاوى
AlKatib : Ammi Ahmad Alawi
(085732962648)

Peserta Ikhwan

Label:


Temen-temen, kita tumbuhkan semangat belajar yaa!



Bagi teman-teman atau ikhwah yang belum daftar segera daftar ditunngu hingga pekan ini

-_-


Daftar Peserta HALAQAH BADAR 2009
NO
NAMA
ALAMAT
1
Dian Purwa
Jln Semampir Tengah 3A
2
Rheza Aldila A
Gebang Kidul 61
3
Warsino
Keputih Tegal 1 / 18
4
M. Khusnun M
Ds. Sumberduren, Kediri
5
A. Chumaidi
Keputih 3 no. 3
6
A. Teguh S
Keputih 3 no. 3
7
Mashari
Ketintang 1A
8
Abu Umar
Jln Gebang Lor 61
9
Mahfudz
Jln Gebang Lor 61
10
Iwan
Jln Gebang Lor 61
11
Jimmy
Jln Menur 1 no.32
12
Nur Fajar
Jln Menur 1 no.32
13
Ferdy Hartanto

14
Adam Endvy
Jln Diponegoro 112
15
Muwardi R
Keputih Gg. 2A no.5
16
M. Ulin Nuha
Kejawan Gebang XI
17
Abu Hanif
Ma'had Thaybah
18
Maulidan

19
Danny
Jln Gebang Lor 61
20
Muhammad Alwin
Jln Kejawan Gebang 1 / 6, Sukolilo
21
Mahdi Hamdani
Jln Menangga V / 6
22
Deris Faisa R
Jalan Menur 3 / 5
23
Haris Birrul W
Jalan Gebang Jaya SR 22
24
Arief Rakhman
Jln Gebang Lor 61
25
Victor Septian
Jln Kunsari Indah Barat 5 1A
26
Fanji Hastomo
Rungkut Tengah III langgar no.2
27
Iwan
Medokan Semampir H-30
28
Miftah Farid I

29
Wahyu Prasetyo

30
Farid
Stikom


Belajar Bahasa Arab dari NOL

Label:

Lets Join Us ,,,
Badar Status ..... ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||30%

Kunci Sukses Belajar Bahasa Arab

Label:

http://badar.muslim.or.id/artikel/kunci-sukses-belajar-bahasa-arab.html


Bagaimana cara cepat sukses menguasai bahasa arab?

Pepatah Arab mengatakan:
مَنْ جَدَّ وَجَدَ

Barang siapa bersungguh-sungguh maka akan mendapatkan.

Semoga sedikit kajian ini bisa mencerahkan.



Download Kajian:

This posting includes a media file: 
http://files.muslim.or.id/badar/kunci-sukses-belajar-bahasa-arab.mp3

Tips-Tips Cepat Baca Kitab Gundul

Label:

Siapa yang ingin mengunduh mutiara, mesti  harus menyelam. Untuk bisa 
membaca kitab gundul/kuning dengan cepat  mestilah dengan usaha yang 
maksimal pula. Memang susah-susah mudah.  Mengapa ana katakan susah-susah 
mudah? Sebab semuanya kembali pada:

Kehendak-Nya yang memudahkan kita untuk cepat paham atau kehendak-Nya yang 
membuat kita sulit paham.
kemudian metode atau cara kita mempelajarinya.


Para thalibul ilmi yang duduk dibangku pendidikan formal saja banyak  yang 
kesulitan , apalagi yang diluar itu (walau tidak semua bahkan ada  yang 
lebih Allah mudahkan). Memang bahasa Arab itu sangat komplek dan  lengkap 
gramatikalnya apalagi jika kita mempelajarinya loncat-loncat  tidak 
sistematis. Karena kesempurnaannya maka Allah menjadikan bahasa  ini 
sebagai bahasa pengantar Al-Qur’an dan di dalamnya Allah telah  memudahkan 
bagi siapa saja yang ingin mempelajarinya. Allah berfirman:

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah 
orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 17)

Aslinya, bahasa Arab itu sulit tapi Allah mudahkan, Allah telah  mudahkan 
bagi kita dan Allah mudahkan bagi siapa saja yang Dia  kehendaki. 
Bandingkan dengan bahasa Inggris, apalagi Jepang dan  Mandarin yang lebih 
sulit dan tidak ada jaminan dari Allah untuk  memudahkannya tapi ramai 
peminatnya.



Tips-tips ini semoga bermanfaat bagi antum yang belajar lewat jalur  non 
formal seperti ana, tapi insya Allah juga bermanfaat bagi antum  yang duduk 
di jalur formal.

1) Selalu luruskan niat.

Ini yang paling penting dan terpenting, sebab jika pondasinya tidak  kokoh 
maka dikawatirkan akan merusak dunia dan agama sebagaimana sabda  Nabi 
shallallahu alaihi wa sallam:

Tidaklah dua ekor serigala kelaparan di giring kepada satu domba  lebih 
merusak daripada kerakusan seseorang pada agama untuk tujuan  kemuliaan 
dirinya (dimata manusia) (HR. Tirmidzi).

Maka belajarlah hanya untuk mencari ridha Allah.

2) Cita-cita dan tekad baja.

Kemauan seseorang ada beberapa tingkatan, yaitu:

Khathir: yaitu kilasan kemauan, belum ada cita-cita yang kuat
Taraddud: yaitu kemauan yang penuh keragu-raguaan antara ya atau tidak
Ham: yaitu cita-cita yang kuat tapi indikasinya belum terlihat jelas
Azzam: yaitu cita-cita disertai tekad baja yang indikasinya bisa terlihat 
pada tindakan


Harus memiliki Ham dulu, mantapkan dalam hati dengan doa yang kuat,  semoga 
Allah karuniakan fadhilah ini kepada kita dan mudahkan. Kemudian  jadikan 
ham tersebut menjadi azzam. Beli buku-buku, kursus, kuliah atau  ke 
pesantren merupakan indikasi dari azzamnya.

Jika belajarnya hanya dengan khathir atau taradud saja, ya… tidak akan bisa.

3) Istiqamah

Ketidakistiqamahan biasanya dari beberapa sebab;

Dari diri sendiri, karena malas, putus semangat, salah niat dsb
Dari metode atau muallimnya. Jika memang dari hal ini maka sebaiknya 
komunikasikan dengan muallim (pengajar).


4) Baca sebanyak-banyaknya referensi

Semakin banyak buku panduannya insya Allah akan mumdahkan kita untuk  
memahami materi, sebab adakalanya pembahasan di buku lain lebih mudah  
dicerna dan saling melengkapi.

5) Pahami dahulu baru hafalkan

6) Banyak-banyak praktek

Praktek ini sangat menentukan sekali sebab kita akan dipaksa untuk  
mengulang pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari walaupun praktek  ini 
memerlukan kesabaran, keuletan dan ketekunan tinggi. Sebab bisa  jadi untuk 
membaca 1 baris saja memerlukan waktu 1 jam apalagi jika  kosa katanya 
harus cari satu persatu dalam kamus.

Praktek ini ada tiga cara:

Praktek sendiri tanpa bimbingan
Praktek dengan pendampingan orang yang lebih ahli
Ikut kajian kitab


7) Kesadaran bukan semangat

Belajar atau bekerja hanya berlandaskan semangat belaka akan luntur  
tatkala kesemangatan luluh. Jadi belajar dengan kesadaran, kesadaran  akan 
pentingnya serta hukum wajibnya memepelajari bahasa Arab.

8) Ajarkan pada orang lain

Dengan mengajarkan kepada orang lain, ilmu kita akan bertambah justru  
seringkali kita paham akan suatu bab tatkala hendak mengajarkan pada  orang 
lain.

9) Berdoa sungguh-sungguh

Fa izda azamta fatawakal alallah

Demikian semoga bermanfaat.
http://badar.muslim.or.id/artikel/tips-tips-cepat-baca-kitab-gundul.html

Kenapa Bahasa Arab ?

Label:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bahasa arab itu termasuk bagian dari agama, sedangkan mempelajarinya adalah wajib, karena memahami Al-Quran dan As-Sunnah itu wajib. Tidaklah seseorang bisa memahami keduanya kecuali dengan bahasa arab. Dan tidaklah kewajiban itu sempurna kecuali dengannya (mempalajari bahasa arab), maka ia (mempelajari bahasa arab) menjadi wajib. Mempelajari bahasa arab, diantaranya ada yang fardhu ‘ain, dan adakalanya fardhu kifayah.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah 1/527 dikutip dari majalah Al-Furqon)

Tahukah engkau saudariku, dorongan untuk belajar bahasa arab bukan hanya khusus bagi orang-orang di luar negara Arab. Bahkan para salafush sholeh sangat mendorong manusia (bahkan untuk orang Arab itu sendiri) untuk mempelajari bahasa arab.

Umar bin Khaththab radhiallahu ‘anhu berkata, “Pelajarilah bahasa arab, sesungguhnya ia bagian dari agama kalian.” (Iqitdha)

‘Umar radhiallahu ‘anhu juga mengingatkan para sahabatnya yang bergaul bersama orang asing untuk tidak melalaikan bahasa arab. Ia menulis surat kepada Abu Musa al-Asy’ari, “Adapun setelah itu, pelajarilah Sunnah dan pelajarilah bahasa arab, i’rablah al-Qur’an karena dia (al-Qur’an) dari Arab.” (Iqtidho, Ibnu Taimiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)

Dari Hasan Al-Bashari, beliau pernah ditanya, “Apa pendapat Anda tentang suatu kaum yang belajar bahasa arab?” Maka beliau menjawab, “Mereka adalah orang yang baik, karena mereka mempelajari agama nabi mereka.” (Mafatihul Arrobiyah, dikutip dari majalah Al-Furqon)

Dari as-Sya’bi, “Ilmu nahwu adalah bagaikan garam pada makanan, yang mana makanan pasti membutuhknanya.” (Hilyah Tholibul ‘Ilmi, dikutip dari majalah Al-Furqon)

(http://muslimah.or.id/tahukah-engkau-saudariku/bahasa-arab-bahasa-islam.html)